Iklan

BOLEHKAH ANAK YATIM MANERIMA ZAKAT?

faridhi faqih

Didalam Al-Qur’an, perintah zakat disebut sebanyak 82 kali beriringan dengan perintah shalat. Ini menunjukkan bahwa  zakat dan shalat memiliki hubungan yang sangat erat. Shalat dalam rangka mengembangkan keshalehan ritual, sedangkan zakat dalam rangka mengembangkan keshalehan sosial.

Al-Qur’an menetapkan delapan golongan orang yang berhak menerima zakat.“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) amil zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang terlilit utang, (7) untuk jalan Allah dan (8) untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah: 60)

Lalu, dalam perluasan penyaluran zakat apa anak yatim berhak mendapatkan zakat? Yatim berhak menerima zakat ketika dia termasuk dalam delapan ashnaf di atas, yaitu  jika ia fakir atau miskin.

Melalui zakat anda membantu memandirikan yatim dhuafa untuk melanjutkan pendidikan dan mewujudkan cita-citanya. Harta berkah jiwa pun tentram.

Mari berzakat melalui mandiri bersama. Zakat lebih mudah dan aman karena tersalurkan tepat sasaran.

Rekening Zakat
BCA 0883.996.647
Mandiri Syariah 700.1241.782
A.n Yayasan Yatim Mandiri

Info dan konsultasi zakat
WhatsApp 08111343577
Atau klik s.id/berzakat

www.mandiribersama.org/berzakat

@yatimmandiri
#YatimMandiri #MandiriBersama #Berzakat #GerakanZakat #ZakatMemandirikan

Related Posts

Copyright © 2019 faridhi faqih - Bojonegoro - Indonesia