apakah sahabat ingin sekali belajar Al-Qur'an?


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat Dermawan, apakah sahabat belum bisa baca Al-Qur'an?
apakah sahabat ingin sekali belajar Al-Qur'an?

Yatim Mandiri Bojonegoro memfasilitasi anda untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan membuka Kelas Kursus belajar membaca Al-Quran dengan *metode TILAWATI Program Tahsin (Dasar) untuk DEWASA*

Kelas Kursus ini akan kami buka untuk pertamakalinya pada
Sabtu, 15 Februari 2020, Pukul 09.00 - 10.30 WIB
bertempat di Kantor *Layanan LAZNAS Yatim Mandiri Bojonegoro.*
Jl. Panglima Polim, Gg. Mangga 2, No.59.

Yuk!! Segera daftar karena kuota peserta terbatasdengan mengisi
*formulir Online* dibawah ini
https://s.id/Kursus_Al-Quran

Kontak Informasi:
https://wa.me/6281339999138

*Wassalamu'alaikum Wr. Wb.*

bingung nyari tempat kuliah yang gratis?

Nah looh masih bingung nyari tempat kuliah yang gratis di mana ? ?

Udah gag usah khawatir gag ketrima, pendidikannya juga singkat loh cuma 1 tahun.

Setelah lulus nanti akan di carikan tempat kerja juga kok. Jadi tenang gag usah khawatir gag bisa kerja atau khawatir setelah lulus jadi pengangguran.

Sudah banyak kok yang membuktikan. Mereka lulus langsung mandiri finansialnya.

Yuk cepetan jangan sampai kehabisan kuotanya. Booking kursi anda sekarang.

Info & Pendaftaran

http://bit.ly/PPDB-MEC-2020
www.diklatkemandirian.id

#yatimmandiri #infobeasiswa #beasiswayatim #beasiswakuliah #vokasi #diklat #dinaspendidikansurabaya #kuliahsurabaya #beasiswasurabaya #kuliahgratis #kuliahbahagia #frustasi #yatim #yatimpiatu #yatimdhuafa

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Pahala


BARANG TAK TERPAKAI BISA JADI PAHALA? HIBAH JARIYAH AJA
Hibah berasal dari bahasa Arab yang berarti melewatkan atau menyalurkan, dengan demikian hibah adalah  menyalurkan barang dari pemberi kepada tangan yang diberi
Sedangkan Hibah Jariah memiliki arti memberikan sesuatu barang dan barang tersebut membawa pahala yang mengalir walau yang menghibah telah tiada.


“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: 
(1) sedekah jariyah, 
(2) ilmu yang diambil manfaatnya, 
(3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Yuk sahabat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Salah satunya kebaikan hibah ini, apalagi barang-barang yang sahabat hibahkan untuk pembangunan sekolah penghafal Al-Quran yatim dhuafa di Bandung
Mari kunjungi kantor layanan Yatim Mandiri di kota sahabat ya :)

📱Informasi Program: https://wa.me/6281339999138
.
@yatimmandiri
www.yatimmandiri.org

#yatimmandiri #hibah #hibahjariyah #kebaikan #yatimdhuafa # #zakat #infak #sedekah #wakaf

Bersih Bersih Masjid


Yatim Mandiri Bojonegoro - Bersih-bersih Masjid

Jumat, 17 Januari 2020. Karyawan Yatim Mandiri Bojonegoro dan PPZ Mahasiswa IAIN Kediri bersihkan Masjid Al Mujahidin di Ds. Sranak Kec. Trucuk Bojonegoro. 

Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan Yatim Mandiri kepada masyarakat, dan memakmurkan Masjid. Kegiatan yang baru dilaksanakan kali pertama ini akan terus digalak kan setiap bulan kedepan.  



Masjid Jami' Al Mujahidin, Sranak, Trucuk
Masjid Al Mujahidin Sranak trucuk

Mahasiswa PPZ IAIN Kediri




Try Out Gratis, Yatim Mandiri Bojonegoro


Halo semua 😊😇
Program Pendampingan Lulus Ujian Sekolah dari Laznas @yatimmandiri untuk adik-adik yatim dhuafa se-Indonesia.
.
Yuk ikuti tryout #PLUS2020 yang diselenggarakan oleh 
Yatim Mandiri Bojonegoro, besok pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 19 Januari 2020
Tempat : Bimbel Plus ILHAMI (Jl. Ade Irma Suryani No.42D)
dimulai Pukul : 08.00 WIB - Selesai
Kuota Peserta : 30 anak yatim

.
Jika beruntung kamu akan terpilih sebagai penerima manfaat bimbingan belajar gratis untuk menghadapi ujian nasional 

PLUS 2020 ini juga menjadi fasilitas utama dari yatimmandiri untuk adik-adik yang mau mendapatkan beasiswa sekolah di @icmbs_official .
Khusus binaan #geniusyatimmandiri dan penerima Bestari #beasiswayatimmandiri kelas 6 SD/MI ikutan ya 😁
.
Informasi TryOut
https://wa.me/6281339999138

#unbk2020 
#un2020 
#ujiannasional2020 
#ujiannasional .
#YatimMandiri

STAINIM Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru
















STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI (STAINIM)
🤝CARING and INSPIRING✊

🔊 Membuka pendaftaran mahasiswa Tahun Akademik 2020-2021.
📚 Program Studi :
S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
S1 Ekonomi Syariah (ES)
🏬Kuliah reguler & Karyawan
📊 Praktek kerja & Berwirausaha
👨🏻🏫 Pembinaan Bahasa Inggris-Arab
📖 Pembinaan keislaman
📚Pembinaan tahfidzul Quran
⚙Pendampingan memperoleh pekerjaan dan berwirausaha
🌍Mahasiswa berasal dari berbagai provinsi di Indonesia
🏡Disediakan asrama untuk mahasiswa dari luar kota
KULIAH GRATIS SAMPAI LULUS UNTUK YATIM DAN DHUAFA, SERTA ASRAMA DAN LIVING COST
* Syarat dan Ketentuan Berlaku.
💻 Pendaftaran offline & online dibuka mulai 9 Desember 2019.
💬 Info lengkap :
1. Kampus KEMANDIRIAN STAINIM,
Jl. Raya Sarirogo No.1, Sidoarjo - Jawa Timur,
2. Kantor Layanan Yatim Mandiri terdekat
🏢 : www.yatimmandiri.org
📲 : pmb.stainim.ac.id
📧 : stainimym@gmail.com
☎ : 031-99700528
📱: 082 333 2727 04
🖥: www.stainim.ac.id

Akhlaq Terbaik

“Muslim yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
Hadis ini mengungkapkan hal yang sangat penting dalam Islam, yaitu akhlak. Selain masalah tauhid dan syariat, akhlak memiliki porsi pembahasan yang sangat luas. Secara etimotogi akhlak terambil dari akar kata khuluk yang berarti tabiat, muruah, kebiasaan, fitrah, atau naluri. Sedangkan secara syar'i, seperti diungkapkan Imam Al-Ghazali, akhlak adalah sesuatu yang menggambarkan perilaku seseorang yang terdapat dalam jiwa yang baik, yang darinya keluar perbuatan secara mudah dan otomatis tanpa terpikir sebelumnya.



Jika sumber perilaku itu didasari oleh perbuatan yang baik dan mulia, yang dapat dibenarkan oleh akal dan syariat, maka ia dinamakan akhlak yang mulia. Namun, jika sebaliknya, maka ia dinamakan akhlak yang tercela. 


Abu Hurairah ra. mengabarkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW pernah ditanya tentang kriteria orang yang akan masuk syurga. Beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).


Tatkala Rasulullah SAW menasihati sahabatnya, beliau menggandengkan nasihat untuk bertakwa dengan nasihat untuk berakhlak baik pada manusia. Ada sebuah riwayat dari Abi Dzar Al-Ghiffary bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di manapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).


Benar, tauhid adalah inti dan pokok ajaran Islam yang harus selalu diutamakan. Namun, hal ini tidak berarti mengabaikan akhlak sebagai penyempurna. Tauhid dan akhlak sangat berkaitan erat, karena tauhid adalah realisasi akhlak seorang Muslim.


Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Makin sempurna tauhid seseorang, akan semakin baik pula akhlaknya. Sebaliknya, tatkala seorang hamba memiliki akhlak buruk, berarti akan lemah pula tauhidnya. Akhlak adalah tolak ukur kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah SAW bersabda, “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).


Setidaknya ada enam dimensi akhlak dalam Islam, yaitu:
1. Akhlak kepada Allah SWT. Diaplikasikan dengan cara mencintai-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, malu berbuat maksiat, selalu bertobat, bertawakkal, dan senantiasa mengharapkan limpahan rahmat-Nya.
2. Akhlak kepada Rasulullah SAW. Diaplikasikan dengan cara mengenalnya lebih jauh, kemudian berusaha mencintai dan mengikuti sunnah-sunnahnya, termasuk pula banyak bershalawat, menerima seluruh ajaran beliau dan menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang beliau contohkan.
3. Akhlak terhadap Al-Quran. Diaplikasikan dengan membacanya penuh perhatian, tartil. Kemudian berusaha untuk memahami, menghapal, dan mengamalkannya.
4. Akhlak kepada orang-orang di sekitar kita, mulai dari cara memperlakukan diri sendiri, kemudian orangtua, kerabat, tetangga, hingga saudara seiman.
5. Akhlak kepada orang kafir. Caranya adalah dengan membenci kekafiran mereka. Namun, kita harus tetap berbuat adil kepada mereka. Agama memperbolehkan kita berbuat baik pada mereka selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat Islam, atau untuk mengajak mereka pada Islam.
6. Akhlak terhadap lingkungan dan makhluk hidup lain. Caranya dengan berusaha menjaga keseimbangan alam, menyayangi binatang, melestarikan tumbuh-tumbuhan, dan lainnya. Wallahu a'lam. 


Donasi Infak: Klik Disini

MEC, Mencetak Calon Pemimpin


Halo sahabat, pendidikan merupakan hal penting untuk banyak orang, terlebih untuk siswa yang baru lulus dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun beberapa diantaranya memilih untuk bekerja daripada melanjutkan pendidikan karena faktor biaya, tak terkecuali anak yatim

Setelah kepergian ayah, pastilah berat untuk menyimpan mimpi lebih erat. Namun banyak diantara mereka justru mempunyai tekad lebih kuat. Salah satunya dengan membangun mimpi di MEC ini

Ya sahabat, MEC atau kepanjangan dari Mandiri Enterprenuer Center adalah sekolah gratis berjenjang D1 untuk anak yatim yang berprestasi

Bukan hanya akademik, di MEC ini juga diajarkan untuk mengasah kemandirian anak yatim agar siap untuk berkarir dalam segala hal

Berprestasi dan mempunyai akhlak mulia adalah dambaan setiap insan. Yuk mulai mimpimu di MEC aja

@yatimmandiri
www.yatimmandiri.org

#yatimmandiri #pendidikan #kemandirian #yatimdhuafa #zakat #infak #sedekah #wakaf

Anak Yatim Bisa Berperan untuk Memajukan Indonesia

APA PERAN PENDIDIKAN ANAK YATIM DALAM KEMAJUAN INDONESIA?

Pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan seseorang. Selain itu pendidikan juga mampu merubah daya pikir seseorang menjadi lebih baik. Pendidikan bukan hanya berbatas pada akademik, tapi juga pendidikan akhlak tak kalah penting

Pendidikan adalah hak setiap anak, tak terkecuali anak yatim. Beban berat yang mereka pikul setelah kepergian sang ayah, akan mengajarkan kerja keras dikehidupan mereka. Kerja keras itulah modal awal yang akan membawa mereka dekat dengan kesuksesan dan menjadi kebanggaan negeri ini

Mari sahabat menjadi cerita di perjuangan dan kesuksesan mereka. Karena pendidikan layak untuk mereka dapatkan

@yatimmandiri
www.yatimmandiri.org

#yatimmandiri #pendidikanindonesia #pendidikan #pejuangpendidikan #pendidikananak #yatimdhuafa #zakat #infak #sedekah #wakaf

H-100 Ramadan

RAMADHAN, AKU MERINDUKANMU

Tak terasa 100 hari lagi kita sudah akan kedatangan tamu agung, Bulan Ramadhan 1441 H. Bagaimana sudah tidak sabar kah? Tenang sahabat tidak lama lagi kok.

Jangan lupa kita isi hari menjelang Bulan Ramadhan tahun ini dengan kegiatan produktif dan bermanfaat untuk diri sendiri, terlebih dapat memberikan manfaat untuk orang lain.

Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh keberkahan. Yuk, Mari Persiapkan :)
.
www.yatimmandiri.org

@yatimmandiri
#YatimMandiri #BersamaMemandirikan #RamadhanMemandirikan #Ramadhan1441H #Ramadhan2020 #BulanRamadhan #100HariMenujuRamadhan #RamadhanKareem #RamadhanPenuhBerkah #Zakat #Infak #Sedekah #Wakaf

Harus Optimis

Dalam Al-Quran, Allah SWT mengingatkan agar kita tidak berputus asa dari rahmat Tuhan. Sikap demikian hanya patut bagi orang-orang kafir atau orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan (QS. 12:87). 
Orang mukmin berkeharusan untuk memiliki sikap dan pandangan yang optimistik, khususnya tentang masa depan dirinya di akhirat kelak. Dalam terminologi sufistik, ajaran tentang sikap dan pandangan yang optimistik ini disebut 'raja' (sikap penuh harap).
'Raja', menurut Abu al-Qasim al-Ashfahani, berarti kuatnya harapan seseorang akan tergapainya sesuatu yang didambakan. Bagi kaum sufi, dambaan itu bisa berupa ampunan Tuhan (maghfirah) dan perkenan-Nya (mardhatillah). Kuatnya harapan ini membuat kaum sufi semakin intens dalam beribadah, dan seakan tak mengenal lelah dalam melakukan riyadhah dan mujahadah demi tercapainya cita-cita (mathlub).


Sikap optimisme, seperti dikemukakan di atas, tentu tidak datang dengan sendirinya. Kemunculannya, harus didahului oleh rasa takwa yang membuat seseorang merasa perlu untuk meningkatkan volume ibadahnya kepada Tuhan. Pada saat inilah, sikap optimisme itu tumbuh dan berkembang.


Untuk itu, optimisme yang disebut raja' bukanlah impian dan angan-angan belaka. Penulis kitab al-Hikam Ibnu 'Athaillah al-Sakandari mengemukakan, 'raja' adalah suatu harapan yang disertai oleh tindakan nyata. Jika tidak, ia bukanlah raja', tetapi angan-angan kosong (amniyyah) yang justru dikecam oleh agama. Pendapat serupa dikemukakan pula oleh Makruf al-Karkhi, pakar tasawur lainnya. Baginya, keinginan masuk surga tanpa bekerja tergolong dosa besar. “Harapanmu untuk mendapat rahmat dari Tuhan yang kepada-Nya kamu sendiri tidak tunduk dan patuh adalah tindakan bodoh dan konyol,” jelasnya.


Nabi Muhammad SAW sendiri mengecam orang-orang yang karena terbuai oleh harapan, mereka lantas malas bekerja dan beramal saleh. “Orang yang kuat lagi cerdas,” sabda Nabi, “adalah orang yang dapat mengendalikan diri dan bekerja untuk hari akhirat. Sedang orang yang lemah lagi konyol adalah orang yang selalu menuruti hawa nafsunya, tapi menaruh berbagai harapan dan angan-angan kepada Tuhan.”


Agar terhindar dari kekonyolan ini, kaum sufi dan orang-orang bijak sering mengingatkan kita dengan firman Allah ini: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada-Nya.” (QS. 18:110).


Jadi, optimisme yang dikehendaki dan yang diajarkan kaum sufi adalah optimisme yang dibangun di atas landasan syar'i yang sangat kuat, yaitu iman dan amal saleh. Pandangan demikian, tidak saja dapat memacu produktivitas kerja, tetapi juga memberikan suasana dan iklim yang sangat kondusif bagi kemajuan seseorang, baik dalam bidang fisik material maupun mental spiritual.(*)
Donasi Infak: Klik Disini

Temu Wali Binaan Sanggar Genius Kanor

Yatim Mandiri Cabang Bojonegoro selenggarakan Rapotan & Temu Wali Binaan Sanggar Genius Kanor pada Sabtu 11 Januari 2020. Acara yang bertempat di kediaman Kiai Abdul Mu'in (selaku kordinator) tepatnya di Ds. Temu Kec. Kanor dihadiri oleh anak-anak binaan sanggar Genius dan para walinya. Hingga saat ini ada 19 anak Yatim dan Dhuafa yang mengikuti proses belajar Matematika di sanggar ini.

Dalam Pertemuan ini Guru Sanggar Genius Kanor menyampaikan Laporan Hasil Belajar (Raport) kepada para siswa-siswi binaan dan walinya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk laporan hasil belajar dan evaluasi sanggar selama satu semester. Di selenggarakan di seluruh Sanggar Genius yang ada diwilayah sebaran program Yatim Mandiri Bojonegoro.


Program Sanggar Genius merupakan program pendampingan belajar anak-anak yatim dalam bidang mata pelajaran umum khususnya matematika dan pembinaan akhlaq yang berbasis keluarga melalui ustad/zah yang telah ditugaskan oleh Yatim Mandiri dalam suatu tempat yang menjadi sebaran binaan anak-anak Yatim Mandiri. Yatim Mandiri Cabang Bojonegoro Jl. Panglima Polim Gang Mangga 2 No.59

Info Program : 081339999138 WhastApp: 085234455564 Email : bojonegoro@yatimmandiri.org























Muhasabah di Penghujung Tahun

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, tiada terasa begitu banyak hal-hal yang telah kita perbuat, sedangkan usia semakin menggiring kepada kematian. Tapi tidak seorang pun dari kita yang mengetahui apakah amalannya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atau justru ia tertolak, sehingga menjadi orang yang merugi.

Pergantian tahun merupakan momen penting bagi kita untuk introspeksi (muhasabah), melihat kembali apa yang telah kita kerjakan pada masa yang lalu untuk berbuat lebih baik di sisa waktu. 


Muhasabah (menghisab) diri ada dua macam: menghisab sebelum berbuat dan menghisab sesudahnya.
Adapun yang pertama (menghisab sebelum berbuat) adalah berfikir pada awal perencanaan dan kehendaknya dan tidak langsung berbuat sampai jelas baginya mana yang baik, melakukan rencananya atau meninggalkannya.



Al Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata, “Allah merahmati seseorang yang berfikir pada awal perencanaannya, apabila (rencananya itu) karena Allah ia lanjutkan, dan apabila karena selainnya ia tinggalkan.”
Sebagian ulama menjabarkan hal ini: apabila jiwa seseorang tergerak mengerjakan sesuatu, hendaknya ia merenung dan mengamati apakah rencananya itu dalam batas kesanggupannya atau tidak? Apabila ia di luar batas kesanggupannya, hendaknya ia berhenti. Sedangkan apabila masih dalam batas kesanggupannya, hendaknya ia merenung dan mengamati kembali, apakah menjalaninya yang lebih baik ataukah meninggalkannya. Apabila jawabannya yang kedua, hendaknya ia meninggalkannya dan tidak menjalaninya. 

Baca Juga : Beasiswa MEC 2020

Sedangkan apabila jawabannya yang pertama, ia merenung dan mengamati sekali lagi, apakah motivasinya mengharapkan wajah Allah SWT dan pahalaNya atau mengharapkan kedudukan, pujian dan harta dari makhluk? Apabila jawabannya yang kedua, hendaknya ia tidak menjalaninya meskipun rencananya membantunya meraih harapan-harapannya. Agar jiwanya tidak terbiasa dengan kesyirikan sehingga menjadi ringan baginya berbuat bukan karena Allah. Karena semakin ringan bagi seseorang berbuat demikian semakin berat pula baginya berbuat karena Allah SWT, hingga ikhlas menjadi perkara yang terberat bagi dia.
Sedangkan apabila jawabannya adalah yang pertama, ia merenung dan mengamati lagi apakah faktor-faktor yang memudahkan terpenuhi, ia memiliki rekan-rekan yang siap membantu atau membelanya, apabila rencananya tersebut membutuhkan orang-orang yang membantunya? Apabila ia tidak memiliki rekan-rekan yang membantunya, hendaknya ia menahan dirinya. Sebagaimana Nabi SAW bersabar dari berjihad di Makkah sampai ia memiliki kekuatan dan sahabat-sahabat yang membelanya. Dan apabila ia memiliki rekan-rekan yang menolongnya, silahkan ia lanjutkan karena sesungguhnya ia akan menang.



Keberhasilan tidak akan pergi kecuali dari orang yang menelantarkan salah satu dari perkara-perkara ini, karena kapan perkara-perkara di atas terpenuhi pada seseorang keberhasilan pasti menyertainya.


Ini adalah empat tingkatan, seseorang perlu menghisab dirinya pada tingkatan-tingkatan tersebut sebelum berbuat. Karena tidak semua yang ingin dilakukan seseorang, di dalam batas kesanggupannya. Dan tidak semua yang ia sanggupi, mengerjakannya lebih baik dari meninggalkannya. Dan tidak semua yang mengerjakannya lebih baik dari meninggalkannya, seseorang mengerjakannya karena Allah. Dan tidak semua yang niatnya karena Allah faktor-faktor pendukungnya terpenuhi. Apabila seseorang menghisab dirinya di atas empat tingkatan ini jelaslah baginya mana yang harus ia kerjakan dan mana yang harus ia tinggalkan.


Baca Juga : Beasiswa SMP & SMA

Yang kedua: Menghisab diri sesudah berbuat. 
Dan hal ini ada tiga macam. Yang pertama, menghisab diri atas suatu ketaatan yang usai ia kerjakan, namun ia kurang memenuhi hak Allah SWT padanya. Sehingga ia belum menunaikannya dalam bentuk yang seharusnya.
Dan hak Allah di dalam suatu amalan ketaatan ada enam macam: ikhlas dalam berbuat, totalitas dalam beribadah kepada-Nya, mencontoh Rasulullah SAW dalam pelaksanaannya, mengakui segala karunia dan anugrahNya dan setelah itu mengakui kurangnya dia dalam memenuhi semua itu.


Maka ia menghisab dirinya apakah ia telah memenuhi hak tingkatan-tingkatan ini? Apakah ia sudah mendatangkan itu semua dalam ketaatan yang telah ia kerjakan ini?
Kedua, menghisab diri atas setiap perbuatan yang telah ia kerjakan, namun meninggalkannya lebih baik dari melakukannya.


Ketiga, menghisab dirinya atas perkara mubah atau kebiasaan yang telah ia kerjakan, kenapa ia kerjakan? Apakah ia mengerjakannya karena mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat? Sehingga ia menjadi orang yang beruntung, atau mengharapkan dunia dan kesenangannya yang sesaat, sehingga ia merugi tidak beruntung!(*)

Beasiswa Vokasi 1 Tahun untuk anak-anak Yatim Indonesia

Punya saudara, adik, tetangga, teman Kelas 12 ? Bingung mau lanjut di mana ?

Mari gabung bersama kami di Mandiri Entrepreneur Center -
PROGRAM BEASISWA PINDIDIKAN VOKASI 1 TAHUN
Mandiri Entrepreneur Center - Merupakan salah satu program yang berada di bawah naungan Yayasan Yatim Mandiri.
Mandiri Entrepreneur Center memberikan pendidikan pelatihan siap kerja atau wirausaha.

Informasi Program MEC untuk peserta wilayah Bojonegoro
Faridhi Faqih :  👉http://wa.me/6281339999138

ICMBS Sekolahnya para Juara





Sahabat memupuk sebuah kebiasaan memang tergolong susah, apalagi di era jaman yang begitu maju ini. Nilai-nilai agama yang diajarkan di sekolah juga mulai terkikis oleh ilmu pengetahuan
Namun yang diajarkan di ICMBS itu berbeda. Ya sahabat, ICMBS (Insan Cendekia Mandiri Boarding School ) adalah salah satu program Yatim Mandiri yang mengajarkan pembelajaran agama dan umum secara seimbang. Jadi siswa-siswa yang belajar di ICMBS tidak akan risau mengenai ilmu agama
Selain pembelajaran umum dan agama, pendidikan karakter juga diajarkan disini. Mulai dari nilai kemandirian hingga pembentukan softskill yang dibutuhkan dimasa depan.
Bagaimana sahabat? Tertarik bergabung dengan keluarga besar ICMBS. Kita tunggu kedatanganmu di ICMBS yaa. Jadi Juara, ya di ICMBS aja